karya tulis MUSIK GITAR

Posted by abdul aziz alghofar | Posted on 06.08


MUSIK GITAR
KARYA TULIS


Di ajukan untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Nasional

Di susun oleh :
ABDUL AZIZ ALGHOFAR
9C



SMP Negeri 236 Jakarta
Tahun Pelajaran 2009/2010
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
            Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, shalawat dan salam tercurah pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Alhamdulillah, berkat kemudahan serta petunjuk dari-Nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan karya tulis ini sesuai pada waktunya.
            Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah memenuhi tugas yang telah diberikan oleh guru bahasa Indonesia, Bapak Munasir. Serta penulis ingin lebih menambah wawasan dan lebih memahami tentang musik terutama gitar dan juga bagi pembacanya.
            Rasa terima kasih penulis ucapkan pada Bapak Munasir sebagai guru bidang studi Bahasa Indonesia yang telah memberikan arahan serta bimbingan yang sangat berguna bagi penulis dalam mengerjakan karya tulis ini. Dan tak lupa kepada orang tua juga teman-teman yang telah mendukung pembuatan karya tulis ini.
            Semoga karya tulis ini dapat menambah wawasan bagi penulis maupun pembaca. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini mungkin masih jauh dari kesempurnaan. Kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat diharapkan demi lebih baiknya karya tulis ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb
                                                                                                            Jakarta, Februari 2010
                                               
                                                                                                                        Penulis

DAFTAR ISI
Judul....................……………………………………………………………………..............i
Kata Pengantar………..………………………………………………………………………ii
Daftar Isi……………………………………………………………………………………...iii
BAB I PENDAHULUAN
            1.1       Latar Belakang………………………………………………………….….…1
1.2       Permasalahan……………………………………………………………….....1
1.3       Tujuan Penulisan…………………………………………………………........2
1.4       Metode Penulisan.……………………………………………………….….…2
1.5       Kegunaan Penulisan.……………………………………………………..……2
1.6       Sistematika Penulisan………………/……………………………….……..….2
BAB II PEMBAHASAN
            2.1       Pengertian Musik…………………………………………………………..…4
2.2       Aspek-aspek musik .………………………………………………………..…4
2.3       Teori Musik ……….………………..………………………………………...5
2.4       Alat-alat musik …….………………………………………………….……...6
2.5       Aliran-aliran musik …..……………………….………………………………7
2.6       Musik Gitar …………..……………………………………………………….8
2.7       Pengertian Gitar……....……………………………………………...….…….9
2.8       Sejarah Singkat Gitar ….....……………………………………….…….….....9
2.9       Konstruksi Gitar Klasik …...…………………………………………….……10
2.10     Bagian-bagian Gitar ………..………………………………….…………......11
2.11     Teknik Umum Permainan Gitar .…..…………………………………….…...13
2.12     Sistem Tingkat Ketrampilan Gitar Klasik……....……………………………..15
2.13     Pemain-pemain Gitar Klasik Terkenal…………......…………………………16
           2.14     sejarah gitar
BAB III PENUTUP
            3.1       Kesimpulan…………………………………………………………………17
            3.2       Saran…………………………………………………………..……………18


BAB I
PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan dibahas tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, metode, kegunaan, dan sistematika penulisan.

1.1       Latar belakang
Gitar adalah alat musik yang paling terkenal di seluruh dunia. Alat musik ini dimainkan dengan cara yang berbeda-beda menurut tipe atau jenisnya. Di antara sekian banyak tipe gitar, jenis gitar klasik adalah salah satu alat musik yang digunakan terutama untuk membawakan karya-karya solo musik klasik.
Penulis memilih tema ini karena memang penulis hobby bermain gitar dan penulis ingin belajar lebih dalam tentang gitar dan ingin membagi sedikit ilmunya kepada para pembaca. Oleh sebab itulah penulis tertarik untuk membahas tentang  “GITAR”

1.2       Permasalahan
Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahannya adalah :
1.      Apa itu  musik ?
2.      Apa itu aspek musik ?
3.      Apa saja alat-alat musik itu?
4.      Apa saja macam-macam aliran musik?
5.      Apa pengertian gitar ?
6.      Apa sejarah gitar?


1.3      Tujuan        
Tujuan penulis membuat karya tulis ini adalah
1.      Menambah wawasan tentang “GITAR”
2.      Sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional
3.      Memenuhi tugas bahasa Indonesia

1.4   Metode
Metode yang penulis gunakan dalam pembuatan karya tulis ini adalah Studi pustaka karena penulis menulis berdasarkan buku dan internet yang dibaca.

1.5   Kegunaan
1.      Mengerti tentang MUSIK
2.      Mengerti bagian-bagian gitar
3.      Mengenal sejarah gitar sebagai salah satu alat musik yang universal

1.6       Sistematika
Ø  Judul
Ø  Kata penghantar
Ø  Daftar isi
Ø  Bab 1 ( pendahuluan )
Ø  Bab 2 ( pembahasan )
Ø  Bab 3 ( penutup )
Ø  Daftar pustaka
















BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Pengertian Musik
Pengertian musik adalah bunyi yang dikeluarkan oleh satu atau beberapa alat musik yang dihasilkan oleh individu yang berbeda-beda berdasarkan sejarah, budaya, lokasi dan selera seseorang.
Sedangkan menurut sumber lain, musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
          * Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
          * Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
          * Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan bagai musik.
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali. Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

2.2       Aspek-aspek musik :
            Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.

2.3       Teori Musik
Teori musik merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur musik. Cabang ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk menganalisis maupun menggubah musik, dan keterkaitan antara notasi musik dan pembawaan musik.
Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik mencakup misalnya suara, nada, ritme, melodi, harmoni, dan notasi,
Suara
Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (Inggris: pitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), intensitas, dan timbre (warna bunyi).
Nada
Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.
Ritme
Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).
Melodi
Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).
Harmoni
Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.
Notasi
Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Kedua unsur tersebut membentuk paranada, di samping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.

2.4       Alat-alat musik
Alat-alat musik dibagi menjadi beberapa macam, seperti:
            * Alat musik petik: gitar, kecapi, sasando, banjo, ukulele, mandolin, harpa,    gambus
            * Alat musik gesek: biola, rebab, cello
            * Alat musik ketuk: organ, piano, harpsichord,
            * Alat musik tiup: seruling, terompet, trombon, harmonika, pianika, recorder sopran
            * Alat musik pukul: tamborin, jidor, rebana, gamelan,
            * Alat musik moderen: gitar listrik, organ, akordeon, drum,

2.5       Aliran-aliran musik
Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
            Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.
            Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

Bila dikelompokkan, aliran-aliran musik dapat dibagi menjadi sebagai berikut:
1.       Musik klasik
2.      Musik rakyat/musik tradisional
3.       Musik keagamaan : Gambus,  Kasidah,  Nasyid
4.       Blues
5.       Jazz
6.       Country
7.       Rock
8.      Alternate


2.6       Musik Gitar
Musik solo untuk gitar klasik secara teknis dapat dibedakan kepada dua jenis komposisi asli untuk gitar dan hasil adaptasi dari alat musik lain. Hingga saat ini ada dua macam komposisi untuk gitar, yang pertama ialah yang ditulis oleh komponis gitar dan yang kedua oleh komponis non-gitar. Walaupun umumnya para komponis gitar pada paruh ke-dua abad ke-19 adalah juga gitaris yang handal, sejak permulaan abad ke-20 banyak komponis umum (non-gitar) tertarik untuk menulis komposisi asli untuk gitar. Sebagai contoh komposisi asli yang ditulis oleh komponis gitar misalnya karya-karya dari Fernando Sor, Francisco Tarrega. Sedangkan yang ditulis oleh komponis non-gitar misalnya dari Frederico Torroba, Joaquin Rodrigo, dan Manuel de Falla.
Dalam rangka memperkaya repertoar para gitaris telah banyak melakukan upaya penulisan transkripsi untuk gitar dari instrumen-instrumen lain. Francisco Tarrega (1852-1909) diyakinin sebagai gitaris dan juga komponis pertama dalam upaya ini. Sebagai hasilnya berbagai karya besar yang pernah ditulis pada masa itu dan masa-masa sebelumnya seperti dari komponis J.S.Bach, Mozart dan Beethoven, sejak saat itu menjadi bagian dari repertoar gitar.

2.7       Pengertian Gitar
Gitar adalah alat musik berdawai yang dimainkan dengan jari-jemari tangan atau sebuah plektrum (alat petik gitar). Bunyinya dihasilkan dari senar-senar yang bergetar.Gitar bisa berupa gitar akustik atau listrik, atau gabungan keduanya.
Pengertian gitar akustik adalah jenis gitar dimana suara yang dihasilkan berasal dari getaran senar gitar yang dialirkan melalui sadel dan jembatan tempat pengikat senar ke dalam ruang suara. Suara di dalam ruang suara ini kan beresonansi terhadap kayu badan gitar. Jenis kayu akan mempengaruhi suara yang dihasilkan oleh gitar akustik.
Pengertian gitar listrik (elektrik) adalah gabungan komponen gitar itu sendiri dan bantuan berupa mic buat gitar /atau sering disebut pick up,yang di hubungkan dengan peralatan listrik lainnya seperti efek gitar untuk merubah jenis2 suara gitar itu sendiri dan biasanya menggunakan speker besar atau amplifier untuk menaikan volume dari suara gitar itu sendiri.

2.8       Sejarah Singkat Gitar
Kata ‘gitar’ atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada kira-kira tahun 1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang menjadi berbagai macam model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tanbur. Pada tahun 300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa Yunani dan enam abad kemudian oleh bangsa Romawi (Bellow, 1970:54-55).                                      Pada tahun 476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke Spanyol dan bertransformasi menjadi: (1) guitarra Morisca yang berfungsi sebagai pembawa melodi, dan (2) Guitarra Latina untuk memainkan akor. Tiga abad kemudian bangsa Arab membawa semacam gitar gambus dengan sebutan al ud ke Spanyol (Summerfield, 1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan kedua model gitar dari Romawi tersebut, bangsa Spanyol kemudian membuat alat musiknya sendiri yang disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi populer di Spanyol sementara alat-alat musik pendahulunya sedikit demi sedikit ditinggalkan. Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-negara Eropa Barat dan menyaingi popularitas vihuela di Spanyol. Di Eropa al ud disambut dengan baik dan berkembang menjadi berbagai model lute Eropa hingga kira-kira akhir abad ke-17. Sementara itu vihuela berkembang terus menjadi berbagai macam gitar selama berabad-abad hingga akhirnya menjadi gitar klasik yang digunakan pada saat ini.

2.9       Konstruksi Gitar Klasik
Tubuh gitar klasik terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, leher dan badan. Pada bagian kepala terdapat mesin penala dawai. Dawai gitar yang berjumlah enam utas masing-masing diikatkan pada enam buah pasak yang merupakan bagian dari mesin penala. Bagian leher terdapat di antara kepala dan badan. Bagian muka leher yang masuk hingga kira-kira seperempat papan muka dari badan gitar, merupakan papan jari yang memiliki 19 pembatas dari logam yang dikenal dengan sebutan fret. Fungsinya adalah untuk memproduksi tingkat ketinggian nada yang berbeda dengan jalan menempatkan jari-jari pada ruang-ruang di antara logam-logam fret. Bagian badan gitar berfungsi sebagai tabung resonator untuk memperbesar bunyi yang dihasilkan oleh getaran dawai. Papan muka pada badan gitar yang bahan kayunya lebih tipis dibanding papan belakang dan samping, disebut juga sebagai papan suara. Pada papan suara terdapat lobang suara untuk mengeluarkan hasil produksi bunyi. Pada dasarnya bunyi gitar dihasilkan oleh getaran dawai-dawai yang terentang di antara batang penyanggah dawai yang merupakan pembatas antara kepala dan leher (disebut nut) dengan gading pembatas (disebut bridge) pada pangkal pengikat dawai di atas papan suara (disebut base).

2.10    Bagian-bagian Gitar 
·         Gitar Elektrik
1.      Tuning Machines: berfungsi sebagai alat untuk  menyetem/menyetel/menstem (tuning) senar gitar sehingga menghasilkan nada sesuai dengan keinginan kita
2.      Headstock: bagian yang berfungsi menahan senar dan tuning machines
3.      Nut: berfungsi untuk mengatur penempatan senar agar tetap konsisten pada tempatnya
4.      Neck:berfungsi untuk meletakkan fretboard, tuners(tuning machines) dan headstock
5.      Fingerboard(Fingerboard): kayu dengan pematang(fret) logam melintang untuk membagi wilayah nada
6.      Fret: logam melintang terletak di sepanjang Fingerboard untuk membagi wilayah nada
7.      Strap pin: untuk menahan selempang(strap) gitar
8.      Body: bodi/badan gitar
9.      Pickups: pendeteksi getaran senar dan mengubahnya dari energi mekanis menjadi energi listrik yang dikonversi oleh amplifier menjadi nada
10.  Bridge: Pengikat/penahan senar ke badan gitar
11.  End pin: untuk menahan selempang(strap) gitar
12.  Bar/vibrato/tremolo/whammy bar:pengatur modulasi getaran senar, ini ada dua jenis: a.bent down tremolo: tremolo yang hanya bisa menurunkan nada, b. updown tremolo(gambar blm ada): tremolo yang bisa menaik/turunkan nada--> kita bahas pada bahasan khusus whammy bar saja
13.  Pickup selector switch: switch pengatur pickups untuk memilih pickup mana yang akan diaktifkan untuk menghasilkan variasi suara yang diinginkan
14.  Volume control: pengatur volume
15.  Tone control: pengatur kekuatan bass dan treble sound gitar
16.  Output jack:penyambung gitar ke amplifier atau peralatan elektronik lainnya
17.  Strings(senar): senar terbuat dari nylon, steel(baja), nikel dst, untuk menghasilkan nada
·         Gitar Akustik/Klasik:
1.      Tuning Machines: berfungsi sebagai alat untuk menyetem/menyetel/menstem (tuning) senar gitar sehingga menghasilkan nada sesuai dengan keinginan kita
2.      Headstock: bagian yang berfungsi menahan senar dan tuning machines
3.      Nut: berfungsi untuk mengatur penempatan senar agar tetap konsisten pada tempatnya
4.      Neck:berfungsi untuk meletakkan fretboard, tuners(tuning machines) dan headstock
5.      Fingerboard(Fingerboard): kayu dengan pematang(fret) logam melintang untuk membagi wilayah nada
6.      Fret: logam melintang terletak di sepanjang Fingerboard untuk membagi wilayah nada
7.      Strap pin: untuk menahan selempang(strap) gitar
8.      Body: bodi/badan gitar
9.      Bridge: Pengikat/penahan senar ke badan gitar
10.  End pin: untuk menahan selempang(strap) gitar
11.  Strings(senar): senar terbuat dari nylon, steel(baja), nickel dst. untuk menghasilkan nada
12.  Sound hole: penghasil nada, berfungsi mengeluarkan suara getaran senar dan sebagai tempat sirkulasi udara didalam bodi gitar hingga daya akustiknya bagus

2.11     Teknik Umum Permainan Gitar
Teknik umum yang digunakan dalam membawakan gitar klasik meliputi cara memegang dan cara memainkan. Gitar dipegang dengan pertolongan footstool, yaitu alat penyanggah kaki yang dapat diatur tingkat ketinggiannya. Dalam keadaan duduk di atas kursi tanpa lengan, kaki kiri menginjak footstool sementara gitar diletakkan di atas paha kiri. Dalam posisi ini, di samping bagian atas paha kiri, ada tiga tempat lain pada tubuh pemain yang menahan kemantapan posisi gitar:
(1) bagian dada,
(2) titik tumpuan lengan kanan di antara pergelangan dan sikut, dan
(3) bagian dalam paha kanan.
Dalam kurun waktu sekitar lima tahun terakhir telah diproduksi berbagai alat lain sebagai alternatif dari footstool seperti misalnya guitar rest oleh Wolf Orchestral Accessories, dan A Frame™ oleh Sageworks – keduanya buatan Amerika. Dengan peralatan baru semacam ini kaki kiri dapat tetap menginjak lantai sehingga pemain merasa lebih rileks dan berkonsentrasi terhadap musik yang sedang dibawakan.
Dawai-dawai gitar dipetik oleh jari-jari tangan kanan dengan dua cara. Yang pertama disebut apoyando (diambil dari bahasa Spanyol) yang dilakukan dengan petikan jari yang gerakannya berhenti ketika menyentuh dawai berikutnya di atas dawai yang sedang dipetik.            Teknik ini akan memproduksi sebuah nada tunggal yang berat atau mantap sehingga penggunaannya yang lebih tepat untuk membawakan melodi. Teknik yang kedua disebut al ayre yang diterapkan dengan cara menghindari dawai berikutnya di atas dawai yang dipetik. Petikan ini menghasilkan suara yang ringan dan memungkinkan jari-jari untuk membunyikan beberapa nada secara simultan. Dengan demikian petikan al ayre lebih sering digunakan untuk membawakan bagian-bagian akor (chordal passages) dan arpeggio (broken chord).
Tingkat ketinggian nada (pitch) diproduksi dengan dua cara dan kombinasi di antara keduanya. Cara pertama adalah sebagaimana telah disinggung dalam pembahasan tentang fingerboard dimuka, ketinggian nada-nada dihasilkan dengan cara menempatkan jari-jari kiri pada petak-petak fingerboard dengan gerakan horizontal. Cara kedua adalah dengan petikan jari-jari tangan kanan yang melintasi keenam dawai secara vertikal. Dawai gitar teratas memiliki tingkat ketinggian nada yang paling rendah, demikian secara berurutan ke bawah memiliki tingkat ketinggian yang lebih tinggi. Dengan demikian, pada cara pertama tingkat ketinggan nada diproduksi dengan gerakan ke kiri untuk memperoleh nada-nada rendah dan ke kekanan untuk nada-nada atas. Sedangkan pada cara yang kedua gerakan jari keatas untuk menghasilkan nada-nada yang rendah dan ke bawah untuk menghasilkan nada-nada yang tinggi.

2.12     Sistem Tingkat Ketrampilan Gitar Klasik
Hingga saat ini dalam pendidikan musik terdapat berbagai sistem tingkat ketrampilan gitar klasik (grading system) dengan konsep yang kurang lebih sama secara umum di seluruh dunia. Di antara perbedaan-perbedaan yang ada biasanya terjadi pada penggunaan repertoar untuk tingkat-tingkat tertentu. Pada saat ini grading sistem diterapkan secara murni oleh badan-badan penguji musik internasional, misalnya Yamaha Music Foundation (Jepang), Australian Music Examination Board (AMEB), Associated Boards of School of Music (Inggris) dan Trinity College (Inggris). Walaupun demikian sistem tingkat ketrampilan tersebut diterapkan secara berbeda di perguruan tinggi tergantung dari program studi yang diambil.
Secara umum tingkat-tingkat ketrampilan untuk gitar (demikian pula untuk alat musik lain) dapat dipisahkan ke dalam tiga kelommpok yaitu tingkat bawah (lower), tingkat atas (higher), dan tingkat diploma. Untuk pemula ditempatkan pada istilah-istilah tingkat yang berbeda seperti tingkat preliminary (AMEB), Initial (Trinity), dan fundamental (Yamaha). Tingkat ketrampilan bawah umumnya mulai dari grade 1 hingga 4 yang kemudian dilanjutkan pada tingkat ketrampilan atas dari grade 5 hingga 8. Tingkat diploma tersusun secara bervariasi, misalnya, AMEB menyediakan tiga tingkatan diploma sementara Performance Certificate yang disediakan Trinity Collge kira-kira setingkat dengan diploma pertama AMEB.

2.13     Pemain-pemain Gitar Klasik Terkenal
Hingga saat ini terdapat cukup banyak gitaris-gitaris klasik dari berbagai belahan dunia. Di antaranya yang paling terkenal ialah gitaris-gitaris legendaris dan berkaliber dunia yaitu :
            - Andres Segovia (1893-1987)
            - Julian Bream (1933 ~)
            - John Williams (1941 ~)
            - K. Yamashita (1961 ~)
            - Sigfried Behrend (1933-1991)
            Di antara mereka, Segovia adalah yang terpenting karena jasanya yang besar dalam perkembangan gitar masa depan gitar klasik sejak awal abad ke-20. Dengan usahanya yang amat produktif dan kreatif beliau telah membawa gitar menjadi sebuah alat musik solo standar di samping piano. Kerjasamanya dengan para musisi dan komponis non gitar telah menyebabkan suatu perkembangan yang drastik pada repertoar gitar. Sejak itu gitar tidak lagi melulu dimainkan solo atau ensambel bersama gitar lain, namun sebagai solois dalam orkestra dan musik kamar. Hampir semua gitaris terkemuka di abad ke-20 termasuk yang telah disebutkan dimuka, lahir dari masterklas-masterklas Segovia.

2.14   Sejarah

Kebutuhan akan gitar dengan suara yang kuat semakin nyata di era big band, ditandai dengan semakin berkembangnya orkestra-orkestra jazz pada tahun 1930 dan 1940.
Gitar listrik awalnya didisain oleh pembuat gitar, pencinta elektronika dan pabrikan alat-alat musik.Inovator gitar Les Paul mengadaptasi instrumen hollow bodied dengan memakai tungsten pickup, gitar jenis ini mulai diproduksi oleh Electro String Instrument Corporation di tahun 1932. Disain pertama mereka dibuat oleh Harry Watson, seorang ahli yang bekerja di Electro String Company.Gitar baru tersebut dinamai "Rickenbacker" oleh perusahaan dan menjadi yang pertama di jenisnya. Dokumentasi pertama penampilan dengan gitar listrik adalah tahun 1932 oleh seorang gitaris dan bandleader Gage Brewer. Brewew mempublikasikan instrumen barunya dalam sebuah artikel di Wichita Beacon pada 2 oktober 1932 dan terus tampil dalam bulan tersebut. Perekaman pertama dengan gitar listrik dibuat oleh pemain-pemain Hawaiian Style seperti Andy Iola di awal tahun 1933. Alvino Rey adalah seniman yang membawa instrumen ini ke penikmat yang lebih luas dalam suatu settingan orkestra besar, kemudian mengembangkan gitar dengan pedal besi untuk Gibson Ediie Durham memperkenalkan instrumen gitar listrik spanish kepada seorang pemuda yang bernama Charlie Christian yang membuat instrumen tersebut terkenal dalam perjalanan hidupnya dan secara umum dikenal sebagai gitar listrik pertama dan juga membawa pengaruh yang besar ke dalam musik jazz sampai dekade selanjutnya. Perekaman pertama gitar listrik spanish adalah di Dallas September 1939, dalam sebuah session oleh Roy Newman and His Boys sebuah band Western Swing. Sang gitaris Jim Boyd memakai gitar listriknya sepanjang perekaman 3 buah lagu salah satunya "Corrine, Corrina". Awal-awalnya pabrikan gitar meliputi : Rickenbacker di tahun 1932, Dobro tahun 1933, National, Audio Vox dan Volu-Ton tahun 1934, Vega, Epiphone, dan Gibson tahun 1936, dan banyak lagi sejak tahun 1936. Versi instrumen yang paling dikenali saat ini adalah Solid Bodied Electric Guitar atau gitar listrik berbodi padat, yang terbuat dari kayu padat tanpa ruang udara di bodinya. Rickenbacker menawarkan sebuah gitar listrik dengan cetakan aluminium yang dijuluki The Frying Pan atau The Pancake Guitar. Dikembangkan tahun 1931 dan mulai diproduksi dimusim semi 1932, gitar ini menghasilkan suara yang modern dan agresif. Perusahaan Audio Vox membuat dan mungkin sudah menawarkan gitar solid body di pertengahan 1930. Sebuah gitar padat lainnya didisain oleh seorang musisi dan penemu Les Paul di awal 1940, dia bekerja paruh waktu di Epiphone Guitar. Gitar Log Guitarnya telah dipatenkan dan sering dianggap sebagai yang pertama di jenisnya.





BAB III
PENUTUP
Dalam bab ini akan dibahas tentang kesimpulan dan saran dari penulisan karya tulis ini.
3.1       Kesimpulan
            Setelah penulis mengamati dan memahami topik pada karya tulis ini, maka dapat ditarik  kesimpulan sebagai berikut:
Jadi dibandingkan dengan jenis gitar yang lain, gitar klasik memiliki perkembangan historis yang lebih panjang dan rumit. Karena akhirnya gitar klasik berkembang secara terpisah dari gitar-gitar yang lain, bukan hanya karaketristiknya yang berbeda tapi juga musiknya yang senantiasa didiskusikan dalam arus besar musik klasik. Satu kelemahan gitar klasik dibandingkan dengan alat musik lain ialah volumenya yang paling lemah. Kemiripan karakteristik gitar dengan piano tentu saja telah membuat alat musik ini kalah kuat dan produktif dibanding piano. Satu hal lagi tentang kelemahan gitar ialah bahwa gitar tidak akan pernah menjadi anggota standar orkestra, kecuali sebagai solois. Betapapun juga keunikan gitar telah menciptakan suatu komunitas khusus di seluruh dunia dimana anggota-anggotanya berkomunikasi melalui berbagai festival dan kompetisi internasional, konser-konser, internet, berbagai jurnal gitar, dan rekaman-rekaman. Terlebih penting yang perlu dipertimbangkan ialah bahwa gitar klasik adalah sebuah alternatif instrumen solo yang lebih mudah untuk dipindah-pindahkan (mobile) dan murah di banding piano.


3.2       Saran
1.      jika anda pemula,saran penulis anda lebih baik memilih gitar akustik/klasik, karena gitar klasik memiliki fred gitar yang  lebih lebar, sehingga anda lebih mudah menggunakkannya.

2.      sebaik nya anda memainkan/menggunakkan gitar dengan hati-hati, agar gitar tidak mudah rusak.












Daftar pustaka
·         threefgmail.blogspot.com
·         Wikipedia, Project.2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Musik
·          Bellow, Allexander. 1970. The Illustrated History of the Guitar. New York: Colombo Publication.
·          Bobri, Vladimir. 1972. The Segovia Tehnique. New York: Macmilan Co.
·         Sloane, Irving. 1984. Classical Guitar Construction. New York: Sterling Publishing Co.
·         Summerfield, Maurice J. 1982. The Classical Guitar: Its Evolution and its Players since 1800. Gateshead, Tyne and Wear: Ashley Mark Pub. Co.
·         Turnbull, Harvey. 1974. The Guitar from the Renasissance to the Present Day. New York: C. Scribner’s Son.
·         Arief , Gugun. 2009. http://learnthemusic.wordpress.com/

Comments (0)

Poskan Komentar